Senin, 21 Januari 2013

Definisi PDRB

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator ekonomi suatu negara/ wilayah / daerah. Pertumbuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya infrastruktur ekonomi.
PDRB adalah jumlah nilai tambah bruto yang dihasilkan seluruh unit usaha dalam wilayah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung dengan menggunakan harga pada setiap tahun., sedangkan PDRB atas dasar harga konstan menunjukan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai tahun dasar perhitungannya.
PDRB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran struktur ekonomi, sedangkan harga konstan dapat digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Dengan demikian, PDRB merupakan indikator untuk mengatur sampai sejauhmana keberhasilan pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, dan dapat digunakan sebagai perencanaan dan pengambilan keputusan.


Ada beberapa konsep definisi yang perlu diketahui :
  1. Produk Domestik Regional Bruto atas Dasar Harga Pasar
PDRB atas dasar harga pasar merupakan penjumlahan nilai tambah bruto dari seluruh sektor perekonomian didalam suatu wilayah dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, yang dimaksud dengan nilai tambah adalah selisih nilai produksi dengan biaya antara.
  1. Produk Domestik Regional Neto atas Dasar harga Pasar
PDRN atas dasar harga pasar merupakan PDRB yang dikurangi dengan penyusutan. Penyusutan dikeluarkan dari PDRB oleh karena susutnya barang modal selama berproduksi.
  1. Produk Domestik Regional Neto atas Dasar Biaya Faktor
PDRN atas dasar biaya faktor adalah PDRN atas dasar harga pasar dikurangi pajak tak langsung ditambah dengan subsidi dari pemerintah.
  1. Pendapatan Regional
PDRN atas dasar biaya faktor merupakan jumlah balas jasa faktor-faktor produksi dalam proses produksi, dan tidak seluruhnya menjadi milik suatu daerah/wilayah karena termasuk pula didalamnya pendapatan penduduk wilayah lain. Demikian sebaliknya, PDRN tersebut harus pula ditambah dengan pendapatan yang diperoleh daerah lain. Bila pendapatan penduduk yang masuk dan keluar dapat dicatat dengan pendapatan neto antar wilayah/daerah didapatkan pendapatan regional (Produk Regional Bruto). Karena sulitnya memperoleh data pendapatan masuk dan keluar suatu wilayah maka PDRN atas dasar biaya faktor diasumsikan sama dengan pendapatan regional atau pendapatan neto 
  1. Pendapatan Regional Perkapita
Pendapatan perkapita merupakan pendapatan yang diterima oleh masing-masing perkepala penduduk. Pendapatan perkapita tersebut dihasilkan dengan membagi pendapatan regional/produk regional neto dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.
  1. Produk Domestik dan Produk Regional
Ada perbedaan pengertian dalam literatur ekonomi mengenai produk domestik dengan produk regional. Kenyataan menunjukan bahwa sebagian kegiatan produksi yang dilakukan disuatu daerah, beberapa faktor produksinya berasal dari wilayah/ daerah lain seperti tenaga kerja, mesin dan modal. Sehingga nilai produksi di wilayah atau domestik tidak sama dengan pendapatan yang diterima oleh penduduk tersebut, yang pada akhirnya menimbulkan perbedaan antara produk domestik dan produk regional.
Produk regional merupakan produk domestik yang ditambahkan pendapatan yang mengalir kedalam wilayah tersebut, kemudian dikurangi pendapatan yang mengalir keluar wilayah. Sehingga dapat dikatakan produk regional pada dasarnya merupakan produk yang betul-betul dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki penduduk dalam wilayah yang bersangkutan.
  1. Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Barlaku dan Harga Konstan
Pendapatan regional atas dasar harga konstan.didapat melalui operasi pengurangan  Pendapatan regional atas dasar harga berlaku dengan perkembangan inflasi .

Otoritas Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mutlak dibentuk guna mengantisipasi kompleksitas sistem keuangan global. Namun, RUU OJK harus dibahas simultan dengan paket RUU Keuangan lain, sperti RUU Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK), RUU Pasar Modal serta amandemen UU Bank Indonesia, Perasuransian dan Dana Pensiun. Hal tersebut terungkap dalam seminar Reformasi Sektor Keuangan : Memperkuat Fondasi, Daya Saing dan Stabilitas Perekonomian Nasional” yang diselenggarakan oleh Panitia Antar-Departemen Penyusunan RUU OJK, di Jakarta, Kamis 8 Juli 2010. Seminar dibuka oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo dengan menampilkan pembicara Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany, Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad, Wakil Ketua Komisi XI DPR Sohibul Iman, pengamat ekonomi Raden Pardede, dengan moderator Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu.

Menkeu Agus Martowardojo menyatakan, pembentukan OJK diperlukan guna mengatasi kompleksitas keuangan global dari ancaman krisis. Di sisi lain, pembentukan OJK merupakan komitmen pemerintah dalam reformasi sektor keuangan di Indonesia. ”Pemerintah mempunyai komitmen tinggi dan menjalankan mandat untuk melakukan reformasi sektor keuangan” kata Menkeu. Agus menjelaskan, OJK mempunyai implikasi sangat signifikan terhadap sistem keuangan yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat kestabilan perekonomian Indonesia di masa depan. Terjadinya proses globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi dan inovasi finansial telah menciptakan sistem keuangan yang kompleks. Selain itu, konglomerasi sektor keuangan menambah interaksi anterlembaga keuangan. Misalnya sebuah grup usaha memiliki usaha mulai perbankan, asuransi, multifinance, sekuritas sampai dana pensiun. Keberadaan hybrid financial instrument yang merupakan percampuran produk-produk perbankan, pasar modal dan asuransi semakin menambah kompleksitas. 
Sehubungan dengan itu perlu penataan kembali struktur pengorganisasian lembaga-lembaga yang melaksanakan fungsi pengaturan dan pengawasan di industri jasa keuangan. Menkeu menegaskan, RUU OJK merupakan amanat Pasal 34 UU Nomor 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia (BI) dimana OJK harus terbentuk paling lambat 31 Desember 2010. Menurut Menkeu RUU OJK harus dilihat secara holistik, artinya rangkaian reformasi keuangan harus mencakup pula JPSK serta amandemen beberapa UU antara lain UU perbankan, pasar modal, dana pensiun, asuransi dan BI yang sudah masuk dalam prolegnas tahun ini. Itu sebabnya pembahasan paket RUU keuangan tersebut harus simultan. Terdapat lebih dari 30-40 organisasi sejenis OJK di dunia, memang ada satu yang gagal seperti di Inggris namun demikian yang lain tetap berjalan baik misalnya Kanada, Skandinavia, Jerman.

Anggota DPR Komisi XI Melchias Markus Mekeng menilai pembentukan OJK patut disambut baik. OJK dibentuk agar kegiatan di jasa keuangan dapat terselenggara secara teratur, adil, transparan dan akuntabel. Wakil Direktur Utama Bank Danamon Josh Luhukay mengungkapkan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penyusunan OJK. Pertama penerapan UU OJK sebaiknya dilakukan dalam dua tahap, yaitu Bapepam-LK terlebih dahulu dilepaskan dari Departemen Keuangan dan disusul penggabungan dengan Bank Indonesia. 

Kedua, sebuah OJK tanpa otoritas perbankan seperti yang dimiliki sekarang, sehingga OJK perlu menggabungkan seluruh elemen keuangan termasuk otoritas perbankan. Ketiga adalah pentingnya menjalani proses dan kelengkapan informasi. Apabila hal tersebut dapat dipenuhi, penyatuan dua hal tersebut akan jauh lebih mudah dalam pelaksanaan OJK.

Fuad Rahmany selaku ketua Tim Penyusun RUU OJK menyatakan OJK akan menghilangkan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) yang selama ini cenderung muncul. Sebab dalam OJK, fungsi pengawasan dan pengaturan dibuat terpisah. Dia mencontohkan Bapepam-LK yang dia pimpin tidak hanya mengawasi tetapi jug membuat peraturan untuk perusahaan sekuritas atau efek. Hal ini berpotensi menimbulkan abuse of power sehingga pengaturan dan pengawasan harus dipisahkan. Meski OJK memiliki fungsi pengaturan dan pengawasan dalam satu tubuh, fungsinya tidak akan tumpang tinding, sebab OJK terdiri atas tujuh dewan komisioner. Ketua Dewan Komisioner akan membawahkan tiga anggota dewan komisioner yang masing-masing mewakili perbankan, pasar modal dan lembaga keuangan nonbank (LKNB). Kewenangan pengawasan perbankan oleh BI akan dikurangi, namun BI masih mendampingi pengawasan. Kalau selama ini mikro dan makro prudensialnya di BI, nanti OJK akan fokus menangani mikro prudensialnya.

Mengacu pada kajian di sembilan negara, Fuad dan tim perumus OJK akan membuat sistem pengawasan dan pengaturan baru yang mengarah pada Unified Supervisory Model. Dengan sistem ini, fungsi pengawasan dan pengaturan perbankan, asuransi, dan pasar modal menjadi satu. ”Fungsi moneter tetap ada di BI” pola seperti itu berlaku di Jerman dan Jepang.

Dalam pandangan Darmin Nasution inti pembentukan OJK adalah untuk mencari efisiensi di sektor perbankan, pasar modal dan lembaga keuangan. Sebab, suatu perekonomian yang kuat, stabil, dan berdaya saing membutuhkan dukungan dari sektor keuangan. BI sepenuhnya mendukung pelaksanaan UU BI Pasal 34 tentang pembentukan OJK. Namun, terdapat sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan yaitu konstruksi atau model OJK sebab setiap negara tidak memiliki desain atau konstruksi yang seragam. Sebenarnya dinegara manapun pengaturan dan pengawasan makro prudensial terletak di tangan bank sentral. Sebab, merekalah yang memiliki data serta instrumen yang paling efektif untuk membaca perkembangan sektor makro keuangan namun aspek mikro juga tetap harus diawasi oleh bank sentral. Terkait model atau konstruksi terbaik selama ini BI melihat Prancis dan Jepang. Di kedua negara tersebut bank sentral ikut mengawasi mikro kendati OJK sudah ada.

Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad menambahkan terdapat empat pilar sektor keuangan global yang menjadi agenda OJK. Pertama, kerangka kebijakan yang kuat untuk menanggulangi krisis. Kedua, persiapan resolusi terhadap lembaga-lembaga keuangan yang ditengarai bisa berdampak sistemik. Ketiga, lembaga keuangan membuat surat wasiat jika terjadi kebangkrutan sewaktu-waktu dan keempat transparansi yang harus dijaga. OJK juga bisa mengawasi mikro prudensial bersama bank sentral. Namun, BI pada dasarnya tetap menjadi lender of the last resort terutama ketika krisis likuiditas di perbankan. Sebab itu bank sentral tetap harus memiliki komunikasi yang baik untuk pengukuran situasi mikro.

Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono mengkhawatirkan pelemparan tanggung jawab antara OJK dan BI saat terjadi krisis. Namun Sigit optimis jika OJK diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten, terutama dari Direktorat Pengawasan Bank BI. Terkait iuran atau premi (fee) OJK sebesar 0,02% - 0,05% Sigit menilai iuran yang berasal dari industri bisa membuat OJK lebih independen dari kebijakan pemerintah. Jika dana berasal dari APBN, independensi OJK akan sangat minim. Dia mengakui sejumlah bankir sempat menolak pembebanan iuran oleh OJK.

Pengalaman Memilih Diet Sehat

Melihat timbangan berat badan aku.... aku semakin yakin untuk diet,,  aku gak bisa melihat diriku semakin hari semakin berat ! Aku hampir mencoba segala macam obat diet,, tetapi mami aku bilang jangan sekali-kali minum obat untuk diet walaupun cuma suplemen untuk membakar lemak tetapi obat maupun suplement tersebut dapat mempertipis dinding rahim...! 
Setelah itu aku selalu bertanya-tanya apa yang harus aku lakukan turun drastis timbangan badan dalam waktu sekejab  dengan resiko ketika kelak aku sudah berkeluarga aku susah memiliki keturunan atau pun tidak sama sekali memiliki keturunan ?!?! (hal ini menjadi pertimbanganku yang paling mendalam)
Namun di sisi lain aku juga berpikir aku muda,, dengan berat badanku  dari 58Kg menjadi 78Kg yang di sebabkan dampak dari oprasi rinovaringitis yang aku jalani,, aku harus mengorbankan masa mudaku untuk bisa mengikuti trend stayle or berpakaian ibu hamil setiap hari ?!?!?
Aku sebagai kaum hawa yang hidup di zaman modernisasi masa ketinggalan ??? Hal ini pula yang membuat aku hampir salah mengambil keputusan sehingga aku harus berpikir dewasa jangan seperti cewek pada umumnya yang bersikap seperti ababil yang pola pikirnya "Yang Penting Happy".  Sehingga aku putuskan untuk memulainya dengan diet sehat aja,, sudah 1 tahun pasca oprasi berlangsung aku hanya dapat menurunkan berat badanku 7Kg saja memang sih dengan hasil yang aku dapat tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh dengan minum obat diet,, namun aku gak menjadikan itu penyesalan di banding minum obat yang mempunyai efek samping yang buruk,, mendingan melakukan diet sehat... namanya juga diet sehat jadi khasiatnya dapat menurunkan berat badan dan membuat badan kita sehat juga kan !!!

Teori Perdagangan


Teori Perdagangan
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasionalsangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor.

Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang taksiran dan timbangan, dan hukum dalam perdagangan.

Model Ricardian memfokuskan pada kelebihan komparatif dan mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi dimana negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.

Model Heckcher-Ohlin dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Bagaimanapun, dari sebuah titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional. 

Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam faktor pendukung. Model ini memperkirakan kalau negara-negara akan mengekspor barang yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang langka secara intensif. Masalah empiris dengan model H-o, dikenal sebagai Paradoks Leotief, yang dibuka dalam uji empiris oleh Wassily Leontief yang menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang buruh intensif dibanding memiliki kecukupan modal.

Faktor Spesifik

Dalam model ini, mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada term sebenarnya. Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk pengednalian atas imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya, kedua pemilik keuntungan bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu. Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola pedagangan.

Model Gravitasi

Model gravitasi Perdagangan menyajikan sebuah analisa yang lebih empiris dari pola perdagangan dibanding model yang lebih teoritis diatas. Model gravitasi, pada bentuk dasarnya, menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya. Model ini meniru hukum gravitasi Newton yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik diantara dua benda. Model ini telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisa. Faktor lain seperti tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam versi lebih besar dari model ini.

Pengertian & Struktur Nukleus


 
PENGERTIAN NUKLEUS
Nukleus atau inti sel merupakan bagian penting sel yang berperan sebagai pengendali kegiatan sel. Nukleus merupakan organel terbesar yang berada dalam sel. Nukleus berdiameter sekitar 10 m. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat atau oval. Pada umumnya sel organisme berinti tunggal, tetapi ada juga yang memiliki lebih dari satu inti. Nukleus ini umumnya paling mencolok pada sel eukariotik. Rata-rata diameternya 5 µm. Nukleus memiliki membran yang menyelubunginya yang disebut membran atau selubung inti. Membran ini memisahkan isi nukleus dengan sitoplasma.

Nukleus di batasi oleh sepasang membran. Selubung yang terbentuk itu tidak sinambung, tetapi mengandung pori – pori. Hal ini boleh jadi memugkinkan bahan – bahan berlalu – lalang dari nukleus. Di dalam nukleus membran nuklir terdapat medium setengah cairan (semifluida) yang di dalamnya kromosom tersuspensi. Biasanya kromosom itu tampak sebagai struktur memanjang dan tidak mudah diamati dengan mikroskop cahaya. Dalam keadaan seperti biasa disebut kromatin. Nukleus merupakan pusat pengendali dalam sel. Jika nukleus dalam sel rusak, maka telur itu tidak dapat melanjutkan perkembangannya menjadi individu baru. Kalau nukleus itu di keluarkan dari suatu amoeba, organisme ini hidup terus selama beberapa hari. Akan tetapi tidak dapat makan atu pun berkembang biak, dan akhirnya akan mati.

Di dalam nukleus , DNA diorganisasikan bersama dengan protein menjadi materi yang disebut kromatin. Kromatin yang di beri warna tampak melalui mikrokop cahaya maupun mikroskop electron sebagai massa kabur. Sewaktu sel bersiap untuk membelah ( bereproduksi ), kromatin kusut yang berbentuk benang aan menggulung ( memadat ), menjadi cukup tebal untuk bisa dibedakan sebagai struktur terpisah yang disebut kromosom. Nukleus ini mengontrol sintesis protein dalam sitoplasma dengan cara mengirim mesenjer molecular yang berbentuk RNA, RNA mesenjer ( messenger RNA, mRNA) ini disintesis dalm nucleus sesuai dengan perintah yang diberikan oleh DNA, mRNA kemudian penyampaian pesan genetic ini ke sitoplasma melalui pori nucleus. Sewaktu berada dalam sitoplasma, molekul mRNA akan melekat pada ribosom, di sini pesan genatik tadi diterjemahkan ( ditranlasi ) menjadi struktur primer suatu protein spesifik. Berdasar jumlah nukleus, sel dapat dibedakan sebagai berikut.

1)Sel mononukleat (berinti tunggal), misalnya sel hewan dan tumbuhan.
2)Binukleat (inti ganda), contohnya Paramaecium.
3)Multinukleat (inti banyak), misalnya Vaucheria (sejenis alga) dan beberapa jenis jamur.
 

STRUKTUR NUKLEUS
1 Inti atau nucleus dipisahkan dari sitoplasmaoleh selaput inti, suatu lapis ganda membrane unit.
2  Selaput inti ditembus leh porus inti, yang memungkinkan makromolekul yang besar yang di sintesa diinti lewat ke dalam sitoplasma.
3. Pada mikroskop cahaya, inti sering tampak sebagai bangunan yang bulat dengan garis tengah sekitar 1 – 3 mikro meter
a.   Letak inti dalam sel bergantung pada jenis sel. Mungkin terletak di tengah sel ( misalnya leukosit), dekat permukaan basal ( misalnya sel kolumnar ), atau dekat permukaan perifer ( misalnya pada sel – sel otot skelet.
b.  Inti berwarna gelap dengan beberap zat warna basofil ( misalnya hematoksilin ). Beberapa sel memperlihatkan kelompokkan heterokromatin yang berwarna gelap di perifer dan massa eukromatin yang berwarna jernih.
1)  Heterokromatin terdapat banyak pada inti yang tidak aktif ( misalnya inti limfosit kecil dan spermatozoa)
2)  Eukromatin terdapat banyak sel yang aktif (misalnya inti sel plsma). Namun, inti yang aktif mengandung heterokromatin sama seperti eukromatin.

Di dalam nukleus terdapat matriks yang disebut nukleoplasma, nukleolus, RNA, dan kromosom. Kromosom tersusun atas protein dan DNA. Setiap nukleus tersusun atas beberapa bagian penting sebagai berikut sebagai struktur halus.
1.) Membran Nukleus (Selaput Inti) merupakan bagian terluar inti yang memisahkan nukleoplasma dengan sitoplasma. Selaput inti terdiri atas dua lapis membran (bilaminair), setiap lapis merupakan lapisan bilayer. Ruang antara membran disebut perinuklear atau sisterna. Pada membran ini terdapat porus yang berfungsi untuk pertukaran molekul dengan sitoplasma. Berdasarkan ada tidaknya selaput inti, dibedakan dua tipe sel yaitu sel prokariotik (tidak memiliki selaput inti) dan sel eukariotik (memiliki selaput inti).
a.     Selaput inti tebalnya 7 – 8 nm dan mengandung berates – ratus pori – pori (3 – 40 pori – pori/ mikro meter persegi luas permukaan).
a)      Pori inti diameternya 60 nm dan terdiri atas 8 sub unit.
b)      Makromolekul besar 9 misalnya mRNA, rRNA ) lewat dari inti ke sitoplasma melalui pori inti.
     b.    Membran luar selaput inti sering kontinu dengan membran reticulum endoplasma kasar.
 c.   Membran dalam selaput inti mempunyai sejumlah filament yang melekatkan kromatin dan struktur lainnya untuk mengatur diameter pori terhadap matriks nukleoplasma sisi membrane dalam.

2.)   Kromatin
Kromatin pada saat interfase tampak sebagai butir-butir yang tersebar pada seluruh inti tanpa adanya benang-benang kromosom. Namun sebaliknya, jika inti sel sedang bermitosis buti-butir kromatin tidak terlihat dan akan tampak benang-benang kromosom. Istilah kromosom diperuntukan bagi kromatin yang membentuk gambaran sebagai batang-bastang halus saat pembelahan sel. Kromosom tersusun atas molekul DNA (16%), RNA (12%) dan nuclesoprotein (72%). Nukleoprotein sendiri tersusun atas berbagai jenis protein, yaitu protamin, histon, nonhiston dan berbagai enzim di antaranya polymerase DNA dan RNA.

Kromatin dan Kromosom (sumber: micro.magnet.fsu.edu) Matriks nukleoplasma terdiri atas sejumlah besar bahan fibrosa yang disebut kromatin. Butiran kromatin, yang terdapat di dalam nukleoplasma. Tampak jelas pada saat sel tidak membelah. Pada saat sel membelah butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut kromosom. Kromosom mengandung DNA (asam dioksiribonukleat) yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein.
a.      serat-serat kromatin diameternya sekitar 20 nm dan terdiri atas daerah-daerah DNA halus yang lurus diselingi oleh nekleosom
b.      DNA berpilin erat dalam serat kromatin. Satu kromatin memanjang mengandung 30 DNA memanjang.

3.      Matriks Inti, bentuk dan fungsi inti diatur oleh matriks inti yang terletak antara selaput inti dan kromatin. Jika inti yang utuh dipisahkan dari sel dan dipisahkan DNA,RNA dan selaput inti,tersisa matriks protein inti
a.      matriks adalah campuran protein yang mengandung tiga unsur protein utama dengan berat molekul antara 60-70 kD.
b.      protein matriks inti menciut dan melebar dengan perbedaan kadar kation divalen, meskipun aktifitas ini tidak berkaitan dengan fungsi aktin-miosin
c.      protein matriks inti mungkin mengatur fungsi inti seperti replikasi DNA,transkipsi,metabolism pos translasi RNA dan transport RNA.

4.      Selubung Inti (Nukleus)
a.    Membran atau selubung inti merupakan membran ganda. Kedua selubung ini masing-masing merupakan bilayer lipid dengan protein yang terkait. Membran ini dilubangi oleh beberapa pori yang berdiameter sekitar 100 nm. Pada bibir setiap pori membran dalam dan membran luar selubung nukleus menyatu. Pori-pori ini memungkinkan hubungan antara nukleoplasma (cairan inti) dengan sitoplasma (cairan sel). Selain pori, sisi dalam selubung ini dilapisi lamina nukleus dengan mirip jaring yang terdiri dari filamen protein yang mempertahankan bentuk susunan nukleus.

Selubung nukleus terdiri dari dua lembar selaput yang saling berhimpitan. Keduanya dipisahkan oleh ruangan sempit yan disebut perinukleus. Lembaran yang disebelah dalam disebut selaput dalam atau selaput nukleoplasma sedangkan lembaran yang disebelah luar disebut selaput luar atau selaput sitosol. Membran nukleus berpori. Pori nukleus ini terbentuk akibat menyatunya dwilapis lipid dari selaput nukleoplasma dan selaput sitosol. Jumlah pori kira-kira 10% dari permukaan inti.

Struktur membran nukleus yang sedemikian rupa tersebut ternyata berkaitan dengan fungsinya. Fungsi membran nukleus sangat rumit,disatu pihak selubung nukleus merupakan suatu pembatas, dipihak lain karena berpori maka berfungsi sebagai sarana pengangkutan antar kompartemen (ruangan).

a.       Struktur membran inti
b.      Struktur pori nucleus

          Berdasarkan strukturnya terdapat tiga cara pengangkutan dari dan ke sitoplasma. Cara pertama adalah dengan melewati proi nukleus. Cara kedua adalah pengangkutan melalui selaput dalam menuju ke ruang perinukleus dan diteruskan ke sisterna (lumen) reticulum endoplasma. Cara terakhir adalah dengan jalan pinositosis. Sebagai pembatas membran nukleus akan menghalangi perpindahan molekul dari dan ke sitoplasma. Air, ion-ion, dan mikromolekul senyawa organik misalnya gliserol dan sukrosa dapat melewati membran nukleus dengan mudah dan cepat. Meskipun demikian ternyata permeabilitas membran nukleus berbeda untuk setiap sel. Khusus transport protein yang diperlukan untuk replikasi dan transkripsi DNA tidak ada hambatan.

4.     Nukleoplasma
Nukleoplasma adalah cairan inti (karyotin) yang bersifat transparan dan semisolid (kental). Nukleoplasma mengandung kromatin, granula, nukleoprotein, dan senyawa kimia kompleks. Pada saat pembelahan sel, benang kromatin menebal dan memendek serta mudah menyerap zat warna disebut kromosom. Benang kromatin tersusun atas protein dan DNA. Di dalam benang DNA inilah tersimpan informasi kehidupan. DNA akan mentranskripsi diri (mengopi diri) menjadi RNA yang selanjutnya akan dikeluarkan ke sitoplasma.

5.     Nukleolus
Nukleolus atau anak inti tersusun atas fosfoprotein, orthosfat, DNA, dan enzim. Nukleolus terbentuk pada saat terjadi proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus. Jika transkripsi berhenti, nukleolus menghilang atau mengecil. Jadi, nukleolus bukan merupakan organel yang tetap. Nukleolus (anak inti), berfungsi mensintesis berbagai macam molekul RNA (asam ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Molekul RNA yang disintesis dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, kemudian semuanya bergabung membentuk ribosom. Nukleolus berentuk seperti bola, dan memalui mikroskop elektron nukleolus ini tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari butiran dan serabut berwarna pekat yang menempel pada bagian kromatin.
Berikut adalah gambar nukleus atau inti sel.

STRUKTUR NUKLEUS
Nukleus memiliki arti penting bagi sel karena mempunyai beberapa fungsi berikut.

1.      Pengatur pembelahan sel. Nukleus berperan mengatur proses pembelahan sel.
2.     Pengendali seluruh kegiatan sel, misalnya dengan memasukkan RNA dan unit ribosom ke dalam sitoplasma. Nukleus memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan sebuah sel. Peranan nucleus dalam hal ini adalah untuk mengatur dan mengontrol segala aktifitas kehidupan sel serta membawa informasi genetik yang diturunkan ke generasi berikutnya. Informasi genetik ini disimpan dalam suatu molekul polinukleutida yang disebut DNA (Deoxyribonucleic acid).


DNA pada umumnya tersebar di dalam nucleus sebagai matriks seperti benang yang disebut kromatin. Ketika sel akan memulai membelah, kromatin akan berkondensasi membentuk struktur histon. Struktur di dalam nucleus yang merupakan tempat berkonsentrasinya molekul DNA yang lebih padat dan memendek yang selanjutnya disebut kromosom. Kromosom tersusun atas molekul DNA dan protein adalah nucleolus (anak inti.). Nucleolus berperan sebagai tempat terjadinya sintesis molekul RNA (Ribonucleic acid) dan ribosom. RNA merupakan hasil salinan DNA yang akan ditransfer ke sitoplasma untuk diterjemahkan menjadi rantai asam amino yang disebut protein.

Semoga Bermanfaat.....!