Teori Konsumsi
Teori
konsumsi pada awalnya diperkenalkan oleh Jhone Maynard Keynes pada era Great Depression
(1929-1930). Teori yang diajukan oleh keynes pada awalnya mengalami penolakan
dari kaum klasik. Mereka berpendapat bahwa penawaran akan menciptakan
permintaan sendiri, yang dengan kata lain pembelianya sendiri. Sementara
berbeda dengan teori konsumsi yang berpendapat bahwa:
- Setiap manusia memiliki perencanaan khusus dalam apa yang akan dikonsumsinya.
- Perencanaan konsumsi pada umumnya diubah menjadi konsep menabung.
Hal
tersebut sama saja dengan memberikan kekuasaan pada permintaan yang kemudian
diikuti oleh produksi dan penawaran
Teori Konsumsi – Para Tokoh Ekonom
Teori
konsumsi memiliki sejumlah penggagas yang mencoba melengkapi teori tersebut
secara lebih spesifik. Adapun beberapa nama di antaranya adalah:
1.
John
Maynard Keynes
Adalah satu ekonom yang memiliki banyak
pengikut yang menyebut sebagai Keynessian ini memperkenlkan teori konsumsi
melalui penelitiannya menggunakan data priode 1929-1940. Penelitian ini
melahirkan yang disebut fungsi konsumsi jangka pendek Keynes. Dengan persamaan
sebagai berikut:
C = a + c YD
Dimana:
C : Marginal
yang siap untuk dikonsumsi
a : Konstanta
YD : Pendapatan
Disposable
Persamaan
Keynes ini juga menunjukan beberapa hal, diantaranya:
- Kecenderungan untuk mengonsumsi akan turun ketika pendapatan naik.
- Kecenderungan mengonsumsi margin menjadi rendah.
2.
Simon
Kuznets
Adalah seorang ekonom peraih nobel pada
tahun 1971. Karyanya untuk teori konsumsi merupakan pengembangan dari yang
dilakukan oleh Keynes. Kuznets melakukan penelitian menggunakan data yang
rentang waktunya lebih panjang, yaitu 1869-1929 yang dikenal juga sebagai
fungsi konsumsi jangka panjang. Adapun hasil dari penelitiannya tersebut
adalah:
- Kecenderungan untuk mengkonsumsi secara rata-rata dalam jangka panjang adalah tetap.
- Sedangkan tidak ada kecenderungan mengonsumsi secara rata-rata apabila pendapatan disposable atau pendapatan yang siap dibelanjakan meningkat.
3.
Jason
Duessenbery
Sebagaimana kuznets membantah teori
Keynes, begitu juga dengan Duessenbery. Teorinya dalam konsumsi menambah apa
yang dilakukan oleh Kuznets. Mulai dari ketidaksetujuannya pada penggunaan
asumsi pada penelitian Kuznets yang di antaranya:
·
Setiap konsumsi dalam keluarga merupakan
keinginan sendiri, lingkungan tidak memiliki pengaruh apapun dalam hal ini.
·
Konsumsi hanya dipengaruhi oleh pendapatan dari tahu yang sama, bukan
dipengaruhi oleh pendapatan dari tahunyang sama, bukan dipengaruhi oleh
pendapatan dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan
aspek tersebut,Duessenbery mengambangkan teori konsumsinya sendiri yang
dinamakan The Relative Income Hypothesis.
Teori tersebut menyempurnakan penelitian yang dilakukan oleh Kuznets dengan
cara:
- Menyelididki persentase konsumsi yang berubah seiring dengan adanya siklus bisnis.
- Menemukan bahwa persentase dari konsumsi dan pendapatan cenderung menurun pada saat perekonomian memburuk.
- Menemukan bahwa saat terjadinya perubahan pada penghasilan tidak akan langsung berpengaruh pada meningkatnya konsumsi, akibat pengaruh dari konsumsi di tahun sebelumnya
- Begitu juga yang terjadi pada saat penurunan pada penghasilan. Hal tersebut tidak akan langsung berpengaruh menurunnya rata-rata konsumsi suatu keluarga. Hal ini karena perilaku yang belum terbiasa dengan keadaan tersebut.
Duessenbery juga
menarik kesimpulan dalam teorinya yang di antaranya adalah:
- Menemukan apa yang disebut sebagai Ratchet Effect. Yang merupakan kondisi di mana konsumsi seseorang akan tergantung pada penghasilannya saat ini dan penghasilan tertinggi dari tahun sebelumnya.
- Menemukan apa yang disebut sebagai Demonstration Effect, yang merupakan pengaruh lingkungan pada perilaku konsumsi seseorang.
4. Milton
Friedman
M. Friedman (1957),
merupakan pemenang Nobel 1976 di bidang ekonomi.Teori Konsumsi yang digagas oleh Friedman adalah teori pendapatan
permanen atau Permanent income theory.
Menurutnya, perilaku konsumen yang dimiliki oleh seseorang akan memacunya untuk
mencapai tingkat keinginan maksimum. Dalam hipotesisnya, pendapatan masyarakat
dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendapatan permanen dan
pendapatan sementara.
Pendapatan permanen
adalah pendapatan yang diharapkan orang untuk terus bertahan
dimasa depan. Pendapatan sementara (pendapatan transitoris) adalah bagian
pendapatan yang tidak diharapkan terus bertahan. Nilai pendapatan ini kadang
positif dan kadang negatif.
Ukuran pendapatan
sendiri merupakan penjumlahan dan pendapatan permanen dan
pendapatan sementara atau secara matematis ditulis:
Y = Yp + Yt
Dimana Y adalah pendapatan yang terukur, Yp adalah pendapatan permanen, dan
Yt adalah pendapatan sementara.
Untuk itu, Friedman beralasan bahwa konsumsi seharusnya tergantung pada
pendapatan permanen karena konsumen menggunakan tabungan dan pinjaman untuk
melancarkan konsumsi dalam menanggapi perubahan pendapatan sementara. Jadi
fungsi konsumsi menurut Friedman adalah sebagai berikut:
C = αYP
Dimana α adalah konstanta yang mengukur bagian pendapatan permanen yang
dikonsumsi.
Menurut teori
tersebut, budget line atau batas
kemampuan seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:
- Pendapatan pada priode pertama.
- Pendapatan pada priode kedua.
- Tingkat bunga
Menurut
teori tersebut , terdapat suatu kondisi dimana:
a. Priode Pertama
Pada saat
pendapatan mencapai priode priode pertama para konsumen mengkonsumsi barang
sesuai dengan anggaran. Yang apabila memiliki sisa akan disimpan.
b. Priode kedua
Pada priode kedua
ketika pendapatan tidak mencapai kondisi maksimum. Maka perilaku konsumen juga
akan menyesuaikan. Di mana kepuasannya tetap maksimal, dengan caramengurangi
tingkat konsumsinya atau dengan cara menggunakan tabungannya. Kondisi tersebut
terjadi karena pada saat konsumen mengalami priode pertama, dia melakukan apa
yang disebut sebagai saving atau
menabungan.
Dengan begitu, pada
priode kedua, konsumen biasa tetap pada konsumsi maksimal dengan dua cara.
Menyesuaikan barang yang akan dikonsumsi atau menggunakan tabungannya untuk
memenuhi tingkat konsumsinya.
Penelitian Friedman
itu dilakukan menggunakan data time
series, seperti halnya Keynes dan lainnya. Hanya saja, rnetang yang
digunakan oleh Friedman adalah tahun 1897-1949. Kesimpulan mengenai teorinya
ini adalah:
- Keluarga yang memiliki pendapatan tinggi akan memiliki sejumlah tabungan yang lebih besar dibanding dengan keluarga yang memiliki pendapatan rendah.
- Keluarga yang memiliki penghasilan tinggi tidak akan menghabiskan penghasilannya tersebut untuk konsumsi, tetapi mereka akan memilih untuk menabung.
5.
Ando, Brumberg, & Franco
Modigliani
Ando, Brumberg, dan Modigliani (abad 18). Merupakan
ekonom asal MIT yang menerima Nobel pada 1985. Teori konsumsi yang dikembangkan
olehnya adalah teori daur hidup atau life
cycle. Teori ini berpendapat bahwa usia seseorang berpengaruh pada
pendapatan yang relatif rendah di dua siklus hidup, yaitu:
- Pada masa remaja
- Pada usia lanjut
Sementara
itu pada pertengahan yaiyu usia dewasa, dapat diartikan sebagai usia produktif.
Dengan begitu, jika Anda coba membayangkan kurva yang digambarkan oleh
Modigliani maka Anda cukup membayangkan huruf “C”. Hal tersebut merupakan
gambaran adanya pengeluaran atau disaving pada usia muda dan usia lanjut. Sementara
terdapat adanya peningkatan tabungan pada saat usia produktif atau saving.
Semoga Bermanfaat......!
Semoga Bermanfaat......!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar