Senin, 21 Januari 2013

Teori Konsumsi & Para Tokoh Ekonom


Teori Konsumsi
Teori konsumsi pada awalnya diperkenalkan oleh Jhone Maynard Keynes pada era Great Depression (1929-1930). Teori yang diajukan oleh keynes pada awalnya mengalami penolakan dari kaum klasik. Mereka berpendapat bahwa penawaran akan menciptakan permintaan sendiri, yang dengan kata lain pembelianya sendiri. Sementara berbeda dengan teori konsumsi yang berpendapat bahwa:
  • Setiap manusia memiliki perencanaan khusus dalam apa yang akan dikonsumsinya.
  • Perencanaan konsumsi pada umumnya diubah menjadi konsep menabung.
Hal tersebut sama saja dengan memberikan kekuasaan pada permintaan yang kemudian diikuti oleh produksi dan penawaran
Teori Konsumsi – Para Tokoh Ekonom
Teori konsumsi memiliki sejumlah penggagas yang mencoba melengkapi teori tersebut secara lebih spesifik. Adapun beberapa nama di antaranya adalah:
1.                  John Maynard Keynes
Adalah satu ekonom yang memiliki banyak pengikut yang menyebut sebagai Keynessian ini memperkenlkan teori konsumsi melalui penelitiannya menggunakan data priode 1929-1940. Penelitian ini melahirkan yang disebut fungsi konsumsi jangka pendek Keynes. Dengan persamaan sebagai berikut:
C = a + c YD
Dimana:
C              :  Marginal yang siap untuk dikonsumsi
a               :  Konstanta
YD           :  Pendapatan Disposable 
Persamaan Keynes ini juga menunjukan beberapa hal, diantaranya:
  •   Kecenderungan untuk mengonsumsi akan turun ketika pendapatan naik. 
  •   Kecenderungan mengonsumsi margin menjadi rendah.

2.     Simon Kuznets
Adalah seorang ekonom peraih nobel pada tahun 1971. Karyanya untuk teori konsumsi merupakan pengembangan dari yang dilakukan oleh Keynes. Kuznets melakukan penelitian menggunakan data yang rentang waktunya lebih panjang, yaitu 1869-1929 yang dikenal juga sebagai fungsi konsumsi jangka panjang. Adapun hasil dari penelitiannya tersebut adalah:
  • Kecenderungan untuk mengkonsumsi secara rata-rata dalam jangka panjang adalah tetap. 
  • Sedangkan tidak ada kecenderungan mengonsumsi secara rata-rata apabila pendapatan disposable    atau pendapatan yang siap dibelanjakan meningkat.
3.    Jason Duessenbery
Sebagaimana kuznets membantah teori Keynes, begitu juga dengan Duessenbery. Teorinya dalam konsumsi menambah apa yang dilakukan oleh Kuznets. Mulai dari ketidaksetujuannya pada penggunaan asumsi pada penelitian Kuznets yang di antaranya:
·                     Setiap konsumsi dalam keluarga merupakan keinginan sendiri, lingkungan tidak memiliki pengaruh apapun dalam hal ini.
·                     Konsumsi hanya dipengaruhi oleh  pendapatan dari tahu yang sama, bukan dipengaruhi oleh pendapatan dari tahunyang sama, bukan dipengaruhi oleh pendapatan dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan aspek tersebut,Duessenbery mengambangkan teori konsumsinya sendiri yang dinamakan The Relative Income Hypothesis. Teori tersebut menyempurnakan penelitian yang dilakukan oleh Kuznets dengan cara:
  • Menyelididki persentase konsumsi yang berubah seiring dengan adanya siklus bisnis. 
  • Menemukan bahwa persentase dari konsumsi dan pendapatan cenderung menurun pada saat perekonomian memburuk. 
  • Menemukan bahwa saat terjadinya perubahan pada penghasilan tidak akan langsung berpengaruh pada meningkatnya konsumsi, akibat pengaruh dari konsumsi di tahun sebelumnya 
  • Begitu juga yang terjadi pada saat penurunan pada penghasilan. Hal tersebut tidak akan langsung berpengaruh menurunnya rata-rata konsumsi suatu keluarga. Hal ini karena perilaku yang belum terbiasa dengan keadaan tersebut.
Duessenbery juga menarik kesimpulan dalam teorinya yang di antaranya adalah:
  • Menemukan apa yang disebut sebagai Ratchet Effect.  Yang merupakan kondisi di mana konsumsi seseorang akan tergantung pada penghasilannya saat ini dan penghasilan tertinggi dari tahun sebelumnya. 
  • Menemukan apa yang disebut sebagai Demonstration Effect, yang merupakan pengaruh lingkungan pada perilaku konsumsi seseorang.
4.      Milton Friedman
M. Friedman (1957), merupakan pemenang Nobel 1976 di bidang ekonomi.Teori Konsumsi yang digagas oleh Friedman adalah teori pendapatan permanen atau Permanent income theory. Menurutnya, perilaku konsumen yang dimiliki oleh seseorang akan memacunya untuk mencapai tingkat keinginan maksimum. Dalam hipotesisnya, pendapatan masyarakat dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendapatan permanen dan pendapatan sementara.
Pendapatan permanen adalah pendapatan yang diharapkan orang untuk terus bertahan dimasa depan. Pendapatan sementara (pendapatan transitoris) adalah bagian pendapatan yang tidak diharapkan terus bertahan. Nilai pendapatan ini kadang positif dan kadang negatif.
Ukuran pendapatan sendiri merupakan penjumlahan dan pendapatan permanen dan pendapatan sementara atau secara matematis ditulis:
Y = Yp + Yt
Dimana Y adalah pendapatan yang terukur, Yp adalah pendapatan permanen, dan Yt adalah pendapatan sementara.
Untuk itu, Friedman beralasan bahwa konsumsi seharusnya tergantung pada pendapatan permanen karena konsumen menggunakan tabungan dan pinjaman untuk melancarkan konsumsi dalam menanggapi perubahan pendapatan sementara. Jadi fungsi konsumsi menurut Friedman adalah sebagai berikut:
C = αYP
Dimana α adalah konstanta yang mengukur bagian pendapatan permanen yang dikonsumsi.
Menurut teori tersebut, budget line atau batas kemampuan seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu: 
  • Pendapatan pada priode pertama.
  • Pendapatan pada priode kedua.
  • Tingkat bunga
Menurut teori tersebut , terdapat suatu kondisi dimana:
a.   Priode Pertama
   Pada saat pendapatan mencapai priode priode pertama para konsumen mengkonsumsi barang sesuai dengan anggaran. Yang apabila memiliki sisa akan disimpan.
b.    Priode kedua
     Pada priode kedua ketika pendapatan tidak mencapai kondisi maksimum. Maka perilaku konsumen juga akan menyesuaikan. Di mana kepuasannya tetap maksimal, dengan caramengurangi tingkat konsumsinya atau dengan cara menggunakan tabungannya. Kondisi tersebut terjadi karena pada saat konsumen mengalami priode pertama, dia melakukan apa yang disebut sebagai saving atau menabungan.
Dengan begitu, pada priode kedua, konsumen biasa tetap pada konsumsi maksimal dengan dua cara. Menyesuaikan barang yang akan dikonsumsi atau menggunakan tabungannya untuk memenuhi tingkat konsumsinya.
     Penelitian Friedman itu dilakukan menggunakan data time series, seperti halnya Keynes dan lainnya. Hanya saja, rnetang yang digunakan oleh Friedman adalah tahun 1897-1949. Kesimpulan mengenai teorinya ini adalah:
  • Keluarga yang memiliki pendapatan tinggi akan memiliki sejumlah tabungan yang lebih besar dibanding dengan keluarga yang memiliki pendapatan rendah. 
  • Keluarga yang memiliki penghasilan tinggi tidak akan menghabiskan penghasilannya tersebut untuk konsumsi, tetapi mereka akan memilih untuk menabung.
5.   Ando, Brumberg, & Franco Modigliani
Ando, Brumberg, dan Modigliani (abad 18). Merupakan ekonom asal MIT yang menerima Nobel pada 1985. Teori konsumsi yang dikembangkan olehnya adalah teori daur hidup atau life cycle. Teori ini berpendapat bahwa usia seseorang berpengaruh pada pendapatan yang relatif rendah di dua siklus hidup, yaitu:
  • Pada masa remaja
  • Pada usia lanjut
Sementara itu pada pertengahan yaiyu usia dewasa, dapat diartikan sebagai usia produktif. Dengan begitu, jika Anda coba membayangkan kurva yang digambarkan oleh Modigliani maka Anda cukup membayangkan huruf “C”. Hal tersebut merupakan gambaran adanya pengeluaran atau disaving  pada usia muda dan usia lanjut. Sementara terdapat adanya peningkatan tabungan pada saat usia produktif atau saving.

Semoga Bermanfaat......!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar